Home / Maluku / Gubernur Maluku: Jangan Hanya Bicara Potensi, Wujudkan Karya dan Hasil Nyata Menuju Pasar Global

Gubernur Maluku: Jangan Hanya Bicara Potensi, Wujudkan Karya dan Hasil Nyata Menuju Pasar Global

JAKARTA, gerbangmaluku.com Gubernur Maluku menegaskan pentingnya membangun kolaborasi lintas sektor dan memperkuat inovasi sebagai kunci dalam mengembangkan potensi pariwisata, ekonomi kreatif, produk unggulan, investasi hingga kebudayaan Maluku agar mampu bersaing dan menembus pasar global.

Penegasan itu disampaikan Gubernur saat membuka Rapat Koordinasi Badan Penghubung Provinsi bersama Dekranasda se-Provinsi Maluku Tahun 2026, yang digelar di Anjungan Maluku, Taman Mini Indonesia Indah (TMII), Jakarta, Senin (28/9/2026).

Mengangkat tema “Kolaborasi Strategis Memajukan Promosi Wisata, Investasi, Produk Unggulan, dan Budaya Maluku Menuju Pasar Global,” forum tersebut menjadi momentum untuk memperkuat koordinasi dan menyatukan langkah berbagai pihak dalam mempromosikan potensi Maluku.

Gubernur mengatakan, tantangan pengembangan daerah ke depan tidak cukup dijawab hanya dengan mengandalkan besarnya potensi sumber daya alam maupun kekayaan budaya yang dimiliki Maluku. Potensi tersebut harus diolah menjadi produk dan karya yang memiliki nilai tambah serta mampu menjawab kebutuhan pasar.

“Semoga Rakor ini menghasilkan gagasan, keputusan dan langkah nyata bagi kemajuan ekonomi kreatif, produk unggulan, pariwisata dan kebudayaan Maluku,” ujar Gubernur.

Menurutnya, kemajuan Maluku membutuhkan keterlibatan seluruh komponen. Pemerintah tidak dapat bekerja sendiri, tetapi harus membangun sinergi dengan dunia usaha, masyarakat, komunitas kreatif, perguruan tinggi serta seluruh pemangku kepentingan.

Kolaborasi, kata Gubernur, harus dibangun dalam bentuk kerja bersama yang konkret sehingga setiap potensi yang dimiliki daerah dapat dikembangkan secara lebih terarah dan memberikan manfaat bagi masyarakat.

Gubernur juga memberikan perhatian khusus terhadap pengembangan produk unggulan dan ekonomi kreatif Maluku.

Ia menekankan bahwa kekayaan tradisi dan budaya Maluku merupakan modal penting, namun keunggulan tersebut harus dibarengi dengan kemampuan beradaptasi terhadap perkembangan teknologi dan perubahan selera konsumen.

“Produk-produk Maluku tidak hanya dikenal karena keunikan tradisinya, tetapi juga harus mampu tampil dengan kualitas, desain, kemasan, teknologi dan pemasaran yang sesuai dengan perkembangan zaman,” tegasnya.

Pernyataan tersebut menegaskan perlunya peningkatan kualitas produk secara menyeluruh, mulai dari proses produksi, desain, pengemasan, pemanfaatan teknologi hingga strategi pemasaran.

Dengan demikian, produk lokal tidak hanya memiliki nilai budaya, tetapi juga mempunyai daya saing ekonomi dan peluang untuk masuk ke pasar yang lebih luas.

Lebih jauh, Gubernur meminta agar hasil Rakor tidak berhenti pada diskusi, gagasan maupun rekomendasi.

Ia menginginkan setiap kesepakatan yang lahir dari forum tersebut dapat diterjemahkan menjadi program dan tindakan yang jelas serta memiliki ukuran keberhasilan.

Setiap kesepakatan, menurutnya, harus memiliki kejelasan mengenai pihak yang bertanggung jawab, bentuk kegiatan, waktu pelaksanaan hingga indikator keberhasilannya.

Dengan pendekatan tersebut, berbagai agenda pengembangan pariwisata, investasi, ekonomi kreatif, produk unggulan dan kebudayaan dapat dipantau secara lebih terukur.

Pesan tersebut sekaligus menjadi dorongan agar seluruh pemangku kepentingan tidak sekadar menghasilkan perencanaan, tetapi memastikan setiap rencana benar-benar diwujudkan dalam bentuk karya dan program yang memberikan dampak.

Dalam kesempatan itu, Gubernur juga menyoroti keberadaan Anjungan Maluku di TMII sebagai salah satu ruang strategis untuk memperkenalkan wajah dan potensi Maluku kepada masyarakat Indonesia maupun dunia.

Anjungan tersebut dinilai dapat dikembangkan bukan hanya sebagai ruang untuk menampilkan seni dan budaya daerah, tetapi juga menjadi etalase bagi produk unggulan, ekonomi kreatif, destinasi wisata dan berbagai peluang investasi.

Optimalisasi Anjungan Maluku diharapkan mampu mempertemukan berbagai kepentingan, mulai dari budaya, kreativitas, produk, pasar, investasi hingga pariwisata.

Dengan demikian, keberadaan Anjungan Maluku dapat memberikan kontribusi lebih besar terhadap promosi daerah dan membuka peluang kerja sama yang lebih luas.

Gubernur menegaskan pembangunan daerah harus diarahkan pada penciptaan nilai tambah dari setiap potensi yang dimiliki.

“Mari kita bangun Maluku bukan hanya dengan slogan, tetapi dengan karya. Bukan hanya dengan potensi, tetapi dengan nilai tambah. Bukan hanya dengan rencana, tetapi dengan hasil nyata,” katanya.

Gubernur juga menyampaikan apresiasi kepada Badan Penghubung Provinsi Maluku Jakarta dan Dekranasda atas terselenggaranya Rakor tersebut.

Ia berharap forum tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat koordinasi serta membangun kesamaan langkah dalam memajukan berbagai sektor strategis di Maluku.

Semangat Lawamena, persatuan dan kerja bersama diharapkan terus menjadi energi dalam menggerakkan seluruh potensi daerah.

Melalui kolaborasi yang semakin kuat, inovasi yang berkelanjutan serta program yang berorientasi pada hasil, Maluku diharapkan mampu meningkatkan daya saing produk dan potensi daerah sekaligus memperluas akses ke pasar nasional dan global.

Rakor tersebut turut dihadiri Ketua Dekranasda Provinsi Maluku Maya Baby Lewerissa, Direktur Kriya Kementerian Ekonomi Kreatif RI Neli Yana, Pimpinan Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Maluku, Direktur Utama PT Bank Maluku Malut, Operation Director TMII, para Ketua Dekranasda Kabupaten/Kota se-Maluku, pimpinan perangkat daerah, Kepala Balai Pelestarian Kebudayaan, Kepala UPTD Taman Budaya, Kepala Museum Siwalima, serta Ketua dan Sekjen FORKAPSI.

Forum tersebut diharapkan menjadi momentum untuk mengubah kekayaan potensi Maluku menjadi kekuatan nyata melalui karya, inovasi, promosi dan kolaborasi yang berkelanjutan, menuju Maluku yang maju, adil dan sejahtera.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

.