Home / Maluku / Siti Hediyati Apresiasi Bulog Capai Target 4 Juta Ton Di Ambon, Hendrik Lewerissa Hadiri Tasyakuran

Siti Hediyati Apresiasi Bulog Capai Target 4 Juta Ton Di Ambon, Hendrik Lewerissa Hadiri Tasyakuran

Ambon, gerbangmaluku.com Keberhasilan Perum Bulog mencapai target pengadaan Cadangan Beras Pemerintah (CBP) sebesar 4 juta ton setara beras mendapat apresiasi dari Ketua Komisi IV DPR RI, Siti Hediyati Hariyadi. Capaian tersebut menjadi momentum penting dalam memperkuat ketahanan pangan nasional sekaligus menjaga ketersediaan beras untuk memenuhi kebutuhan masyarakat.

Apresiasi itu disampaikan Siti Hediyati Hariyadi dalam acara Tasyakuran Pencapaian Pengadaan CBP 4 Juta Ton yang berlangsung di Gudang Bulog Nusaniwe, Airsalobar, Kota Ambon, Jumat (9/10/2026).

Kegiatan tersebut turut dihadiri Gubernur Maluku, Hendrik Lewerissa, bersama jajaran Perum Bulog, unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Provinsi Maluku, Wali Kota Ambon, serta perwakilan sejumlah instansi pemerintah dan lembaga terkait.

Tasyakuran ini menjadi bentuk penghargaan atas kerja keras seluruh jajaran Bulog dalam memenuhi target pengadaan beras pemerintah. Pada saat yang sama, kegiatan tersebut menegaskan pentingnya kolaborasi antara pemerintah, lembaga legislatif, petani, dan pemangku kepentingan lainnya dalam menjaga keberlanjutan pasokan pangan nasional.

Dalam sambutannya, Siti Hediyati Hariyadi menegaskan bahwa ketahanan pangan merupakan salah satu pilar utama kedaulatan bangsa. Karena itu, ketersediaan pangan harus dijaga secara berkelanjutan, terlebih di tengah dinamika global dan perubahan iklim yang berpotensi memengaruhi produksi pertanian maupun distribusi bahan pangan.

“Atas nama pimpinan dan seluruh anggota Komisi IV DPR RI, kami menyampaikan ucapan selamat dan penghargaan setinggi-tingginya kepada Perum Bulog atas capaian memenuhi target pengadaan 4 juta ton setara beras,” ujarnya.

Menurut Siti, keberhasilan tersebut merupakan hasil dedikasi, pengabdian, dan kerja keras seluruh jajaran Bulog dalam menjalankan tugas pengadaan serta pengelolaan cadangan beras pemerintah.

Ia berharap pencapaian itu tidak hanya menjadi prestasi, tetapi juga menjadi motivasi untuk terus meningkatkan kinerja, memperkuat pengelolaan cadangan pangan, dan menjaga kepercayaan masyarakat terhadap peran Bulog.

Dengan demikian, keberhasilan pengadaan beras pemerintah diharapkan dapat memberikan dukungan terhadap upaya menjaga ketersediaan pasokan serta memenuhi kebutuhan masyarakat secara berkelanjutan.

Siti menekankan bahwa penguatan ketahanan pangan membutuhkan komitmen bersama dari seluruh pihak. Tantangan pangan tidak hanya berkaitan dengan ketersediaan beras, tetapi juga menyangkut keberlanjutan produksi pertanian, pengadaan hasil panen, penyimpanan, hingga distribusi kepada masyarakat.

Dalam situasi global yang dinamis, kemampuan pemerintah menjaga cadangan pangan menjadi salah satu unsur penting dalam mengantisipasi potensi gangguan pasokan.

Karena itu, keberhasilan Bulog mencapai target pengadaan CBP sebesar 4 juta ton dinilai perlu diikuti dengan pengelolaan cadangan yang baik agar dapat mendukung kebutuhan pangan masyarakat.

Bulog diharapkan terus menjalankan perannya secara optimal, termasuk memperkuat koordinasi dengan pemerintah dan lembaga terkait dalam mendukung stabilitas pasokan beras nasional.

Siti juga mengingatkan pentingnya menjaga kesinambungan program pengadaan pangan agar pencapaian tersebut dapat dipertahankan dan ditingkatkan pada masa mendatang.

Selain mengapresiasi pencapaian pengadaan beras, Siti Hediyati Hariyadi menyoroti pentingnya kerja sama antara Bulog, para petani, lembaga terkait, dan DPR RI.

Menurutnya, sinergi tersebut menjadi faktor penting untuk memastikan pelaksanaan tugas Bulog berjalan optimal, sekaligus memperkuat keterkaitan antara produksi pertanian dan pengadaan cadangan beras pemerintah.

“Karena itu, tingkatkan terus kerja sama Bulog dengan para petani, lembaga-lembaga terkait, serta DPR, sehingga tugas Bulog dapat berjalan dengan baik dan mampu memenuhi segala kebutuhan masyarakat,” katanya.

Ia menilai petani memiliki peran strategis dalam menjaga ketersediaan pangan karena menjadi bagian utama dari rantai produksi beras nasional.

Oleh sebab itu, hubungan kerja sama antara Bulog dan petani perlu terus dipelihara agar pengadaan hasil pertanian dapat berjalan dengan baik. Dukungan berbagai lembaga juga dibutuhkan untuk memastikan proses pengadaan dan pengelolaan cadangan pangan dapat terlaksana secara optimal.

Melalui koordinasi yang kuat, Bulog diharapkan semakin mampu menjalankan tugasnya dalam mendukung kepentingan masyarakat dan menjaga ketahanan pangan Indonesia.

Dalam kunjungan tersebut, Siti Hediyati Hariyadi juga menyampaikan kesannya terhadap kondisi Gudang Bulog Nusaniwe di kawasan Airsalobar, Kota Ambon.

Ia mengungkapkan bahwa fasilitas pergudangan tersebut telah berdiri selama puluhan tahun dan masih dimanfaatkan dengan baik berkat pemeliharaan yang dilakukan oleh jajaran Bulog.

Menurutnya, keberadaan fasilitas pergudangan yang terawat merupakan bagian penting dalam mendukung operasional Bulog, terutama untuk penyimpanan dan pengelolaan cadangan beras pemerintah.

Pemeliharaan infrastruktur perlu terus dilakukan agar fasilitas yang tersedia dapat berfungsi secara optimal dan memberikan manfaat dalam jangka panjang.

Gudang yang terawat juga menjadi salah satu unsur pendukung kelancaran pengelolaan stok pangan. Dengan fasilitas penyimpanan yang memadai, pelaksanaan tugas Bulog dalam mengelola cadangan beras pemerintah diharapkan dapat berjalan lebih efektif.

Siti berharap jajaran Bulog terus memberikan perhatian terhadap pemeliharaan fasilitas pergudangan sehingga aset yang telah tersedia tetap dapat menunjang kebutuhan operasional dan pelayanan pangan kepada masyarakat.

Keberadaan Gudang Bulog Nusaniwe juga menjadi bagian dari infrastruktur logistik pangan di Maluku, sebuah provinsi kepulauan yang membutuhkan pengelolaan distribusi secara cermat untuk menjangkau masyarakat di berbagai wilayah.

Gubernur Maluku, Hendrik Lewerissa, turut menghadiri kegiatan tasyakuran tersebut bersama unsur Forkopimda, Wali Kota Ambon, dan perwakilan berbagai instansi terkait.

Kehadiran para pemangku kepentingan ini menjadi bagian dari momentum untuk memperkuat koordinasi dalam mendukung pengelolaan pangan dan pemenuhan kebutuhan masyarakat.

Bagi Maluku, persoalan ketersediaan dan distribusi pangan memiliki arti penting mengingat karakteristik geografis wilayah yang terdiri atas pulau-pulau dengan kondisi akses dan logistik yang beragam.

Karena itu, dukungan infrastruktur penyimpanan, koordinasi antarlembaga, serta pengelolaan cadangan pangan menjadi aspek yang perlu terus diperhatikan.

Upaya menjaga ketahanan pangan membutuhkan kerja bersama, mulai dari pemerintah pusat dan daerah hingga lembaga yang menangani produksi, pengadaan, penyimpanan, dan distribusi pangan.

Dalam konteks tersebut, keberadaan Bulog menjadi bagian penting dari sistem pengelolaan cadangan beras pemerintah yang mendukung kebutuhan masyarakat.

Namun, penguatan ketahanan pangan tetap membutuhkan langkah berkelanjutan agar ketersediaan pasokan dapat diimbangi dengan pengelolaan yang baik dan distribusi yang efektif.

Pada akhir sambutannya, Siti Hediyati Hariyadi kembali menyampaikan ucapan selamat dan penghargaan kepada Perum Bulog atas keberhasilan mencapai target pengadaan CBP sebesar 4 juta ton setara beras.

Ia berharap capaian tersebut menjadi dorongan bagi seluruh jajaran Bulog untuk terus meningkatkan kinerja, memperkuat kerja sama dengan petani, serta menjaga perannya dalam mendukung ketahanan pangan nasional.

Pencapaian tersebut sekaligus menjadi pengingat bahwa keberhasilan menjaga cadangan pangan memerlukan konsistensi, koordinasi, dan komitmen bersama dari seluruh pemangku kepentingan.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut unsur Forkopimda Provinsi Maluku, Wali Kota Ambon, pimpinan organisasi perangkat daerah (OPD) terkait di lingkungan Pemerintah Provinsi Maluku, Wakil Direktur Utama Bulog, perwakilan Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian, perwakilan Badan Karantina Indonesia, perwakilan PT Pupuk Indonesia, serta jajaran Perum Bulog Maluku.

Melalui pencapaian pengadaan CBP sebesar 4 juta ton ini, Bulog diharapkan terus memperkuat kontribusinya dalam menjaga ketersediaan beras, mendukung stabilitas pasokan pangan, dan membantu memastikan kebutuhan masyarakat Indonesia dapat terpenuhi secara berkelanjutan.(*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

.