Ambon, gerbangmaluku.com Kebanggaan menyelimuti Maluku setelah dua putri terbaik daerah ini berhasil menuntaskan tugas kenegaraan sebagai Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) Nasional Tahun 2026.
Keduanya adalah Cinzia Christiovani Marantika, siswi SMA Siwalima, dan Louise Adriano Hutasoit, siswi SMA Negeri 2 Ambon. Setelah menjalankan tugas di tingkat nasional, keduanya kembali ke Maluku dengan membawa pengalaman berharga sekaligus kebanggaan bagi keluarga, sekolah, Kota Ambon dan Provinsi Maluku.
Setibanya di daerah, Cinzia dan Louise menyampaikan apresiasi serta ucapan terima kasih kepada Pemerintah Provinsi Maluku, khususnya Gubernur Maluku Hendrik Lewerissa dan jajaran, yang dinilai telah memberikan dukungan dan motivasi sejak proses persiapan hingga mereka berhasil tampil di tingkat nasional.
Hal tersebut disampaikan keduanya saat diwawancarai di Kantor Gubernur Maluku, Senin (24/8/2026).
Bagi Cinzia dan Louise, keberhasilan menjadi bagian dari Paskibraka Nasional bukanlah sesuatu yang diperoleh dengan mudah. Perjalanan panjang harus mereka lalui sejak mengikuti seleksi di tingkat sekolah, kabupaten/kota, provinsi hingga akhirnya berhasil menembus seleksi nasional.
Louise Adriano Hutasoit mengungkapkan, setiap tahapan yang dilalui menjadi pengalaman penting yang mengajarkan arti kedisiplinan, konsistensi dan tanggung jawab.
Ia bersama Cinzia berusaha menjalani seluruh proses dengan sungguh-sungguh karena menyadari bahwa mereka tidak hanya membawa nama pribadi, tetapi juga membawa nama sekolah, keluarga, Kota Ambon dan Provinsi Maluku.
“Kami melalui berbagai tahapan seleksi, mulai dari sekolah, kabupaten/kota, tingkat provinsi hingga nasional. Semua proses itu kami jalani dengan ikhlas, penuh tanggung jawab, konsisten dan disiplin. Kami ingin memberikan yang terbaik bagi diri sendiri, sekolah, Kota Ambon, Provinsi Maluku dan terutama keluarga,” ujar Louise.
Menurut Louise, menjadi Paskibraka Nasional memberikan pengalaman yang tidak hanya berkaitan dengan pelaksanaan tugas kenegaraan, tetapi juga membentuk karakter dan mental untuk menghadapi berbagai tantangan.
Proses pembinaan dan latihan yang dijalani menjadi bagian penting dalam membangun kedisiplinan, kekompakan, rasa tanggung jawab serta kemampuan bekerja sama.
Setelah merasakan sendiri beratnya proses untuk sampai ke tingkat nasional, Louise memberikan pesan kepada para pelajar Maluku yang bercita-cita mengikuti seleksi Paskibraka pada tahun-tahun mendatang.
Ia meminta para calon Paskibraka agar mempersiapkan diri dengan baik, menjaga kesehatan, tekun berlatih dan tidak mudah menyerah ketika menghadapi tantangan selama proses seleksi.
“Untuk adik-adik yang ingin mendaftarkan diri sebagai Paskibraka, tetap konsisten, rajin berlatih, jaga kedisiplinan dan kesehatan. Terus berusaha, bekerja keras dan bertanggung jawab atas apa yang kita lakukan. Jangan lupa untuk selalu berdoa,” pesannya.
Pesan tersebut menjadi refleksi dari perjalanan yang telah dilalui keduanya. Kesempatan untuk tampil di tingkat nasional, kata Louise, membutuhkan kesiapan, ketekunan dan kemauan untuk terus memperbaiki diri.
Sementara itu, Cinzia Christiovani Marantika berharap pengalaman yang diperolehnya selama menjadi Paskibraka Nasional dapat memberikan manfaat lebih besar bagi daerah.
Menurutnya, tugas sebagai Paskibraka bukan sekadar menjalankan kewajiban pada momentum peringatan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia, tetapi juga menjadi proses pembentukan karakter generasi muda.
“Harapan saya, pengalaman menjadi Paskibraka ini dapat bermanfaat bagi Provinsi Maluku dan Kota Ambon, sekaligus menjadi motivasi bagi adik-adik yang akan mengikuti Paskibraka pada tahun berikutnya agar dapat menjadi lebih baik dari kami,” katanya.
Cinzia berharap pengalaman tersebut dapat menjadi modal untuk terus berkembang dan memberikan kontribusi positif di tengah masyarakat.
Ia juga ingin keberhasilannya bersama Louise dapat membuka semangat bagi pelajar lainnya di Maluku bahwa keterbatasan bukan alasan untuk berhenti bermimpi.
Dalam kesempatan tersebut, Louise juga menyampaikan penghargaan kepada Gubernur Maluku Hendrik Lewerissa dan seluruh jajaran Pemprov Maluku yang telah memberikan dukungan selama proses persiapan.
“Terima kasih kepada Pak Gubernur dan Pemerintah Provinsi Maluku yang sudah mendukung dan selalu memotivasi kami untuk tetap konsisten dan disiplin, sehingga kami dapat membanggakan dan mewakili Provinsi Maluku di tingkat nasional,” ujar Louise.
Menurutnya, dukungan tersebut menjadi penyemangat tersendiri bagi mereka untuk menjalankan tugas dengan penuh tanggung jawab.
Cinzia turut menyampaikan apresiasi atas perhatian dan pendampingan yang diberikan Pemerintah Provinsi Maluku.
“Terima kasih Pak Gubernur serta seluruh jajaran yang telah memberikan kami motivasi dan bertanggung jawab mendampingi kami hingga sampai di tingkat nasional. Kiranya apa yang ke depan Bapak Gubernur dan jajaran lakukan senantiasa diberkati oleh Tuhan Yang Maha Esa,” tutur Cinzia.
Keberhasilan Cinzia dan Louise menjadi Paskibraka Nasional Tahun 2026 menjadi catatan membanggakan bagi Maluku.
Keduanya tidak hanya membawa nama keluarga dan sekolah, tetapi juga menjadi representasi generasi muda Maluku di panggung nasional.
Prestasi tersebut memperlihatkan bahwa pelajar dari Maluku memiliki kemampuan, potensi dan semangat untuk bersaing di tingkat nasional.
Lebih dari sekadar sebuah prestasi, perjalanan kedua putri tersebut menjadi contoh bahwa keberhasilan membutuhkan proses panjang, kedisiplinan, kerja keras, konsistensi dan keberanian untuk terus mencoba.
Pemerintah Provinsi Maluku diharapkan terus memberikan ruang dan dukungan kepada generasi muda untuk mengembangkan berbagai potensi yang dimiliki, baik di bidang pendidikan, olahraga, seni, kepemimpinan maupun kegiatan lainnya.
Kisah Cinzia dan Louise pun diharapkan menjadi inspirasi bagi pelajar di seluruh Maluku agar berani bermimpi, berani mencoba dan tidak mudah menyerah.
Sebab, dari tangan generasi muda yang disiplin, berkarakter dan memiliki semangat pengabdian itulah masa depan Maluku akan terus dibangun.
Dua putri Maluku telah menunaikan tugasnya di tingkat nasional. Kini, pengalaman tersebut diharapkan menjadi langkah awal untuk perjalanan yang lebih panjang dalam mengharumkan nama Maluku dan Indonesia.















