Home / Kabupaten / Libatkan Kearifan Lokal, Langkah Awal Penyusunan Perneg Pemanfaatan Biota Laut Seram Utara Dimulai

Libatkan Kearifan Lokal, Langkah Awal Penyusunan Perneg Pemanfaatan Biota Laut Seram Utara Dimulai

Masohi,gerbangmaluku – Upaya pengelolaan kekayaan laut yang lestari dan bermanfaat bagi masyarakat memasuki tahap penting. Program bertema “Pemanfaatan Potensi Bioprospeksi di Kawasan Konservasi Perairan Seram Utara dan Seram Utara Barat, Kabupaten Maluku Tengah secara Berkelanjutan” kini menjalani fase pelaksanaan kedua.

Kegiatan berlangsung selama tiga hari, tepatnya dari 29 Juni hingga 1 Juli 2026, dengan dua pusat pelaksanaan yakni Negeri Besi di Kecamatan Seram Utara dan Negeri Labuan di Kecamatan Seram Utara Barat.

Pada periode Triwulan II ini, ada dua agenda utama yang dikerjakan: menyusun rancangan Peraturan Negeri (Perneg) serta memaparkan kembali peta jalan pemanfaatan biota laut berpotensi bioprospeksi yang telah disiapkan pada tahap awal.

Sebanyak sembilan negeri di sekitar kawasan konservasi turut berpartisipasi. Wilayah Kecamatan Seram Utara meliputi Besi, Malaku, Sawai, Olong, dan Rumah Sokat; sedangkan di Kecamatan Seram Utara Barat melibatkan Pasanea, Labuan, Gale-gale, serta Karlutu Kara.

Total peserta yang hadir mencapai 80 orang, di mana mayoritas atau 60 peserta merupakan warga setempat. Turut hadir perwakilan Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Maluku, Cabang Dinas Gugus Pulau III, aparat kecamatan dan negeri, lembaga swadaya masyarakat, kalangan akademisi, serta kelompok pengelola kawasan konservasi.

Penyusunan aturan ini menjadikan pengalaman dan kearifan lokal masyarakat sebagai acuan utama. Tujuannya agar pemanfaatan potensi laut dapat mendatangkan keuntungan ekonomi sekaligus menjaga kelestarian sumber daya alam untuk generasi mendatang.

Kegiatan dibuka secara resmi oleh Kepala Cabang Dinas Gugus Pulau III, Jesy Timisela, S.Pi., yang mewakili Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Maluku. Sambutan disampaikan Ketua Tim Peneliti Prof. Dr. Max Robinson Wennno, S.Pi., M.Si., dilanjutkan pemaparan materi oleh Fredrik W. Ayal, S.Pi., M.Si. Diskusi berjalan hangat dan terbuka dipandu oleh tim fasilitator: Prof. Dr. Ir. Trijunianto Moniharapon, M.S., Prof. Dr. Ir. Fredy Pattipeilohy, M.Si., serta Ir. Dwight Soukotta, M.P.,Mesak Hattu, S. Pd, M.Pd., Stenly J. Wenno, S.Pd, M.KM.(*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *