Ambon.Gerbangmaluku.com – Ketua DPD PDI- P Maluku, Benhur Watubun yang juga Ketua DPRD Maluku dua Periode menegaskan komitmennya untuk maju menuju posisi “Maluku Satu” pada periode politik mendatang. Pernyataan tersebut disampaikannya kepada media beberapa bulan lalu dan kembali menjadi perhatian publik seiring menghangatnya dinamika politik di Provinsi Maluku menjelang tahapan kontestasi kepala daerah.
Pernyataan itu dinilai sebagai sinyal politik yang memperlihatkan kesiapan Benhur Watubun untuk mengambil peran lebih besar dalam kepemimpinan daerah. Sikap tersebut sekaligus menepis anggapan bahwa dirinya akan menunggu momentum pemilihan anggota DPRD sebelum menentukan langkah politik berikutnya.
Dalam pernyataannya, Benhur menegaskan bahwa tekadnya untuk maju tidak bergantung pada agenda politik legislatif.
Menurutnya, peluang untuk membangun Maluku tidak perlu ditunda apabila kesempatan itu telah terbuka.
“Beta tidak menunggu pemilihan DPRD lagi, tapi Beta akan menuju Maluku Satu periode ini. Kenapa Beta harus menunggu nanti jika ada pemilihan DPRD? Biar ini Beta tetap masuk Maluku Satu, ada-ada apalah,” ungkap Benhur Watubun.
Pernyataan tersebut memunculkan beragam respons di kalangan pengamat maupun masyarakat. Sebagian menilai sikap Benhur mencerminkan optimisme dan keberanian dalam mengambil keputusan politik, sementara pihak lain menilai langkah tersebut akan sangat bergantung pada dinamika koalisi partai politik, dukungan masyarakat, serta mekanisme pencalonan yang berlaku.
Sebagai Ketua DPRD Maluku, Benhur Watubun dikenal aktif dalam mengawal berbagai kebijakan strategis daerah serta menyuarakan kepentingan masyarakat di parlemen. Pengalaman tersebut dinilai menjadi salah satu modal politik yang dapat memperkuat posisinya apabila benar-benar maju dalam kontestasi menuju kursi gubernur.
Hingga saat ini belum terdapat pernyataan resmi mengenai deklarasi pencalonan maupun dukungan politik dari partai pengusung. Namun, pernyataan Benhur telah menjadi bagian dari diskursus politik yang terus berkembang di Maluku dan diperkirakan akan memengaruhi konfigurasi politik menjelang tahapan pemilihan kepala daerah.
Pengamat menilai bahwa figur-figur yang mulai menyampaikan kesiapan sejak dini memiliki peluang membangun komunikasi politik lebih luas dengan masyarakat maupun partai politik. Di sisi lain, seluruh proses pencalonan tetap akan mengikuti ketentuan peraturan perundang-undangan serta mekanisme yang ditetapkan penyelenggara pemilu.
Dengan menguatnya berbagai manuver politik menjelang kontestasi daerah, publik diperkirakan akan terus mencermati langkah-langkah politik Benhur Watubun. Pernyataannya menuju “Maluku Satu” menjadi salah satu indikator awal yang menandai semakin dinamisnya peta persaingan politik di Provinsi Maluku.(GM)





