Ambon,gerbangmaluku.com – Wali Kota Ambon, Bodewin M. Wattimena, memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada Politeknik Negeri Ambon (Polnam) yang telah mencatat perjalanan panjang sebagai perguruan tinggi vokasi pertama di Maluku, sejak resmi didirikan pada 5 Oktober 1987.
Pernyataan ini disampaikan langsung saat beliau menghadiri perayaan Dies Natalis ke-39 Polnam, Senin (5/10/2026) di lingkungan kampus Rumahtiga, Kecamatan Teluk Ambon.
Momentum Refleksi dan Langkah Maju
Dalam sambutannya, Wali Kota Bodewin menegaskan bahwa usia 39 tahun adalah masa paling produktif. Polnam diharapkan terus melakukan evaluasi diri, merangkum seluruh capaian masa lalu, dan berpacu meningkatkan kualitas sumber daya manusia yang unggul serta mampu bersaing.
“Dies Natalis ini bukan sekadar perayaan bertambahnya usia. Sebagai pelopor pendidikan vokasi di Maluku, Polnam memegang peran sangat penting: mencetak lulusan yang tidak hanya cerdas teori, tapi sesuai kebutuhan dunia kerja dan siap menjawab tantangan zaman,” ujarnya.
Tema peringatan tahun ini “Polnam Bersinergi, Berinovasi, Berdampak, dan Berdaya Saing (4B)” dinilai sangat pas menghadapi era transformasi digital, kecerdasan buatan, hingga perubahan iklim. Wali Kota pun mendorong seluruh pihak untuk menyingkirkan ego sektoral, dan memperkuat kerjasama antarlembaga.
Sinergi Nyata Atasi Masalah Daerah
Wali Kota juga menyoroti kerja sama konkret yang telah terjalin antara Pemkot Ambon dan Polnam, salah satunya pengembangan inovasi mesin pengolah sampah skala lingkungan.
“Kita sangat butuh kontribusi akademisi untuk menyelesaikan persoalan nyata di Ambon: sampah, banjir, kemacetan, air bersih, hingga penataan kawasan. Teknologi tepat guna buatan Polnam seperti ini diharapkan menjadi solusi yang bisa dinikmati seluruh warga,” jelasnya.
Pemkot berkomitmen menjadikan Polnam sebagai mitra strategis, terutama untuk mewujudkan Ambon Smart City dan memperkuat daya saing UMKM lokal.
Polnam Ingin Jadi Mitra, Bukan Sekadar Penerima Bantuan
Sementara itu, Direktur Polnam, Marceau A.F. Haurisa, menyambut hangat dukungan tersebut. Ia berharap hubungan ini berkembang dari sekadar kesepakatan administratif menjadi kerja sama yang benar-benar memberi hasil.
“Kami tidak ingin hanya hadir meminta dukungan, tapi hadir sebagai mitra pembangunan. Kami punya keahlian, fasilitas, dan tenaga yang siap disatukan untuk menjawab kebutuhan pemerintah maupun masyarakat,” ungkapnya.(mg73).
Ia juga meminta pemerintah dan dunia industri lebih banyak membuka peluang magang, penelitian terapan, dan pengabdian bagi mahasiswa. “Bukan soal siapa membantu siapa, melainkan apa yang bisa kita hasilkan dan berikan dampaknya bersama-sama,” tandas Marceau.(mg73).















