Ambon,gerbangmaluku.com – Usai memimpin proses penilaian Lomba Jukulele Tingkat Kecamatan Nusaniwe di Katolik Center, Kamis (13/8/2026), Ketua Dewan Juri Ronny Loppies melontarkan pandangan yang menyentuh inti upaya menjaga identitas budaya Ambon. Ia menegaskan, keberhasilan melestarikan warisan leluhur tidak akan pernah kokoh jika hanya digagas dan dilaksanakan dari tingkat kota maupun provinsi semata. Pondasi yang abadi justru harus disusun perlahan dari wilayah terdepan: kecamatan, hingga menembus ke dalam jiwa generasi muda penerus.
Ronny memberikan apresiasi tinggi atas sinergi yang terjalin indah antara Tim Penggerak PKK Kota Ambon bersama jajaran pemerintah Kecamatan Nusaniwe dalam mewujudkan ajang ini. Kolaborasi lintas sektor ini, katanya, adalah bukti nyata bahwa merawat budaya memerlukan kepedulian bersama, dan langkah paling tepat adalah memulainya dari lingkungan yang paling dekat dengan kehidupan masyarakat sehari-hari.
“Jika kita menginginkan Jukulele tetap bersinar dan hidup berabad-abad lagi, maka fondasinya wajib kita tanam di setiap kecamatan, dan benih kecintaannya harus kita semai sejak dini di hati anak-anak. Hanya dengan cara inilah warisan berharga ini tidak akan pernah putus,” ujar Ronny dengan tegas.
Melalui pendekatan yang dimulai dari tingkat kecamatan, Ronny meyakini tidak akan ada satu pun potensi atau bakat lokal yang terlewatkan. “Setiap sudut di tanah Ambon ini memiliki keunikan dan kekuatan yang setara. Lewat jalur ini, semua mendapat ruang yang sama untuk berkembang dan merawat milik kita bersama,” imbuhnya.
Ia pun membeberkan tahap selanjutnya: Puncak Lomba Jukulele Tingkat Kota Ambon akan digelar pada 31 Agustus mendatang. Setiap kecamatan akan mengirimkan tiga kelompok terbaik sebagai wakilnya, di mana Kecamatan Ambon Utara telah lebih dulu memastikan keikutsertaannya.
Lebih dari sekadar alat musik petik, Ronny melihat Jukulele sebagai lambang persaudaraan sejati tanah Maluku. “Ia adalah cerminan jiwa kita yang saling merangkul tanpa sekat. Membina anak-anak lewat ajang ini sama artinya kita sedang menempa duta-duta budaya yang kelak akan membawa nama Ambon harum di kancah yang lebih luas,” jelasnya.
Ronny menutup dengan harapan agar semangat yang memancar di Nusaniwe ini menular ke seluruh pelosok kota. “Jangan biarkan budaya ini hanya menjadi kisah masa lalu. Biarkan ia terus berdenyut sebagai napas kehidupan kita, mengukuhkan posisi Ambon sebagai Kota Musik Dunia yang asli, murni, dan tak tergantikan,” pungkasnya. (GB73).














