Ambon,gerbangmaluku.com – Masa depan ekonomi Ambon tak lagi bicara soal uang tunai, melainkan tentang jejak digital dan akses tanpa batas. Inilah pesan mendalam Wali Kota Ambon Bodewin M. Wattimena dalam penutupan Pekan QRIS Nasional (PKN) 2026 Provinsi Maluku di kawasan Jalan Pattimura, Sabtu (15/8/2026).
Bagi Bodewin, kode QRIS bukan sekadar kemudahan saat bertransaksi, melainkan kunci gerbang bagi pelaku usaha lokal untuk meluaskan sayap pemasaran dan meningkatkan daya saing.
“Berhentilah hanya berpikir barang laku hari ini. Mulailah merancang bagaimana produk tangan anak Ambon bisa dikenal di seantero negeri, bahkan mancanegara, lewat jalur digital. Itulah tantangan kita ke depan,” ajak Bode dengan penuh semangat.
Ia menegaskan pergeseran ke ekonomi digital bukan lagi soal suka atau tidak, melainkan keharusan zaman. Pemkot pun tak akan berhenti menggalakkan QRIS di pusat perbelanjaan saja, tapi akan terus didorong hingga ke pelosok pasar rakyat, sentra kerajinan, komunitas seni, dan layanan umum.
Khusus bagi kaum muda, ia berpesan: “Jangan cuma jadi penikmat teknologi. Jadilah pelopor yang memanfaatkannya untuk menciptakan lapangan kerja dan nilai tambah bagi daerah.”
“QRIS adalah bukti nyata kita membangun ekonomi yang adil, merata, dan selaras dengan kemajuan zaman,” tambahnya.
Sementara itu, Kepala Perwakilan BI Maluku Surya Alamsyah mencatat antusiasme warga Maluku terus melonjak tajam. Hingga akhir Juni 2026, tercatat 177.973 pengguna aktif dan 117.636 pelaku usaha telah bergabung—angka yang melampaui capaian tahun sebelumnya.
Memasuki usia ketujuh, QRIS kini tak lagi sekadar diperkenalkan, melainkan sudah menjadi kebiasaan hidup. Cepat, murah, aman, dan terintegrasi membuatnya menjadi tulang punggung pemerataan layanan keuangan serta penguatan UMKM di tanah Maluku.
“Semakin merata penggunaannya, semakin kokoh fondasi ekonomi kita melangkah maju bersama,” tutup Surya. (GM73).














