Ambon, gerbangmaluku.com — Mayjen TNI Dody Triwinarto menegaskan komitmennya membangun sinergi kuat antara TNI dan insan pers dalam menjaga stabilitas dan persatuan di Maluku. Hal ini disampaikan dalam kegiatan silaturahmi bersama awak media yang digelar di kediaman Pangdam XV/Pattimura, Ambon, Rabu (22/4/2026).
Dalam pertemuan tersebut, Pangdam memperkenalkan dirinya sebagai bagian dari masyarakat Ambon sekaligus menekankan pentingnya komunikasi tanpa sekat antara TNI dan media. Ia menyebut, hubungan yang terbuka akan menjadi fondasi dalam membangun kepercayaan publik.
“.Saya hari ini berdiri untuk melapor kepada media bahwa saya adalah warga Ambon yang baru, saya adalah bagian daripada rakyat Ambon.”ucap angdam XV/Pattimura, Dody Triwinarto.
Secara latar belakang, Dody Triwinarto merupakan perwira TNI Angkatan Darat lulusan 1996 yang telah meniti karier di berbagai jabatan strategis, mulai dari satuan infanteri Raider hingga posisi penting di tingkat Kodam. Pada Maret 2026, ia resmi mengemban amanah sebagai Pangdam XV/Pattimura.
Dalam forum tersebut, Pangdam juga menyoroti peran strategis media dalam membentuk persepsi publik terhadap suatu daerah. Ia menilai, pemberitaan yang tidak terverifikasi atau bernuansa negatif dapat berdampak besar terhadap citra dan masa depan wilayah.
“Apa yang tulis sangat menentukan masa depan Ambon. Kalau kita menulis baik, maka pandangan orang terhadap Ambon juga baik.”ujar Dody Triwinarto.
Ia menjelaskan bahwa pengalaman di berbagai daerah menunjukkan bagaimana stigma negatif yang dibangun melalui pemberitaan dapat menghambat investasi dan pembangunan. Karena itu, ia mengajak media untuk mengedepankan prinsip verifikasi dan keseimbangan informasi.
Lebih lanjut, Pangdam menegaskan bahwa dirinya tidak alergi terhadap kritik maupun pemberitaan, namun mengingatkan pentingnya tanggung jawab jurnalistik dalam menjaga persatuan. Ia bahkan merencanakan pertemuan rutin dengan media sebagai bagian dari program komunikasinya.
“Saya tidak alergi dengan jurnalis. Justru saya yakin peran jurnalis sangat penting, karena hitam putih suatu daerah bisa ditentukan oleh media.”lanjut Dody Triwinarto.
Di sisi lain, Ketua PWI Maluku, Roby Samalohy, menyambut baik inisiatif Pangdam tersebut. Ia menilai langkah membangun komunikasi langsung dengan media merupakan pendekatan yang positif dan strategis.
“Kami sangat mengapresiasi Pak Pangdam yang berbesar hati bertatap muka dengan kami. Ini menjadi awal yang baik untuk membangun kerja sama yang harmonis antara TNI dan pers.”ungkapnya
Menurutnya, kolaborasi antara TNI dan media merupakan dua pilar penting dalam menjaga kekuatan negara dan demokrasi. Ia berharap hubungan tersebut dapat terus terjalin secara konsisten melalui forum-forum komunikasi yang berkelanjutan.
Kegiatan silaturahmi ini diharapkan menjadi titik awal penguatan hubungan antara TNI dan media di Maluku. Dengan komunikasi yang terbuka dan pemberitaan yang bertanggung jawab, stabilitas serta citra positif daerah diyakini dapat terus terjaga di tengah dinamika informasi yang semakin cepat.(GM)











