Home / Berita / Basarnas Ambon Siaga Penuh Nataru 2025–2026, Kerahkan 120 Personel dan KN SAR Barata

Basarnas Ambon Siaga Penuh Nataru 2025–2026, Kerahkan 120 Personel dan KN SAR Barata

Ambon; gerbangmaluku.com

Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Ambon, M. Arafah, menegaskan komitmen Basarnas dalam menjamin keselamatan masyarakat selama masa libur Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 (Nataru). Rabu, 17 Desember 2025, bertempat di Kantor Basarnas Ambon, Hative Besar, Kota Ambon.

 

Dalam keterangannya, M. Arafah menyampaikan bahwa terdapat empat fokus utama Basarnas dalam pelaksanaan siaga Nataru. Pertama, menjamin kesiapsiagaan universal dalam menghadapi kecelakaan, bencana, dan kondisi darurat. Kedua, mempercepat waktu respons pertolongan selama masa libur. Ketiga, memperkuat koordinasi lintas instansi demi menjamin keselamatan masyarakat. Keempat, menekan jumlah korban jiwa melalui upaya pencegahan, mitigasi, dan respons cepat.

 

Evaluasi Operasi SAR Nataru 2024–2025, Basarnas Ambon juga memaparkan evaluasi operasi siaga khusus Natal 2024 dan Tahun Baru 2025. Selama periode tersebut, tercatat tiga kejadian kecelakaan laut.

 

Kejadian pertama terjadi pada 26 Desember 2024, berupa kapal nelayan yang hilang kontak di perairan Pasar Hari, Kabupaten Seram Bagian Timur, dengan satu korban yang berhasil ditemukan selamat. Kejadian kedua terjadi pada 31 Desember 2024, kapal nelayan hilang kontak di perairan Nusalaut, Kabupaten Maluku Tengah, dan korban juga berhasil ditemukan dalam keadaan selamat. Jelasnya

 

Dalam tambahannya, iya juga mengatakan bahwa sementara kejadian ketiga merupakan peristiwa tenggelamnya speed boat pada 3 Januari 2025 di perairan Tanjung Samala, antara Pulau Manipa dan Pulau Kelang, Kabupaten Seram Bagian Barat. Kapal tersebut mengangkut 31 penumpang, dengan hasil operasi SAR 23 orang selamat dan 8 orang meninggal dunia.

 

Operasi SAR Sepanjang Tahun 2025,

Basarnas Ambon mencatat, sejak Januari hingga 15 Desember 2025, telah dilaksanakan 72 operasi SAR di wilayah kerja Basarnas Ambon. Dari total tersebut, 231 jiwa berhasil diselamatkan, 15 jiwa dinyatakan hilang, dan 16 jiwa meninggal dunia.

 

Jenis operasi terbanyak didominasi oleh kecelakaan kapal dengan 57 operasi SAR, disusul kondisi membahayakan manusia sebanyak 14 kejadian, serta 1 kejadian bencana alam. Selama periode tersebut, tidak terdapat laporan kecelakaan pesawat, Papar Arafah.

 

Siaga Khusus Natal 2025 dan Tahun Baru 2026, Untuk mengantisipasi meningkatnya aktivitas masyarakat, Basarnas Ambon menetapkan Siaga Khusus Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 yang berlangsung mulai 18 Desember 2025 hingga 5 Januari 2026.

 

Siaga dilaksanakan di sejumlah titik strategis, meliputi bandara, pelabuhan, pelabuhan penyeberangan, pos terpadu, serta lokasi wisata. Fokus pengamanan diarahkan pada pelabuhan penyeberangan yang diprediksi padat, seperti Pelabuhan Tulehu dan Pelabuhan Tial.

 

Basarnas Ambon juga menyiagakan 1 unit Kapal KN SAR Barata berukuran 40 meter yang akan standby di Pelabuhan Tulehu sejak 20 Desember 2025 hingga 3 Januari 2026, guna mengantisipasi kepadatan transportasi laut antar pulau. Seluruh personel akan melaksanakan siaga 24 jam sesuai jadwal yang telah ditetapkan.

 

Kesiapan Personel dan Sarana, Sebanyak 120 personel Basarnas Maluku dikerahkan dalam siaga Nataru ini, terdiri dari 86 personel di Kantor Basarnas Ambon, sementara sisanya ditempatkan di unit siaga dan pos SAR di Tual, Saumlaki, Banda, Seram Bagian Timur, dan Kepulauan Aru. Secara keseluruhan, terdapat enam pos siaga yang telah dilengkapi personel dan peralatan. Jelas Arafah

 

Sarana pendukung yang disiapkan meliputi kendaraan darat seperti truk personel, rescue trail, dan ROV, serta sarana laut berupa 1 unit KN SAR Barata, 6 unit rigid inflatable boat (RIB), dan 18 unit mesin tempel yang disiagakan di kantor maupun pos-pos SAR.

 

Rekomendasi dan Imbauan Keselamatan, Basarnas Ambon juga memberikan sejumlah rekomendasi kepada instansi terkait, antara lain memperketat pendataan manifes penumpang, meningkatkan penggunaan alat deteksi dini sinyal marabahaya, serta mengimbau pengelola wisata berisiko tinggi agar memasang rambu dan petunjuk keselamatan. Basarnas turut aktif dalam kampanye keselamatan bersama kementerian dan lembaga terkait.

 

M. Arafah mengimbau masyarakat yang melakukan perjalanan laut agar selalu memperhatikan kondisi cuaca, menggunakan life jacket, tidak memaksakan pelayaran saat cuaca buruk, serta mematuhi kapasitas kapal. Pengguna transportasi darat diminta mematuhi aturan lalu lintas dan memastikan kendaraan dalam kondisi layak jalan. Sementara masyarakat yang berwisata, khususnya di pantai dan sungai, diharapkan tetap waspada dan mengikuti arahan petugas.

 

Basarnas Ambon juga terus berkoordinasi dengan BMKG dan BPBD, memantau perkembangan cuaca ekstrem selama 24 jam, serta mengantisipasi potensi gempa melalui sistem peringatan dini yang terpasang di ruang komunikasi Basarnas.

 

“Apabila terjadi musibah atau kondisi darurat, masyarakat dapat segera menghubungi Call Center Basarnas Ambon di nomor 0857 1058 8897,” tegas M. Arafah.

 

Menutup keterangannya, ia mengajak seluruh masyarakat untuk merayakan Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 dengan penuh sukacita, kebersamaan, dan tanggung jawab, sehingga seluruh rangkaian kegiatan dapat berlangsung aman, tertib, dan lancar. *Jais

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *