Home / Maluku / Abdul Kelilauw: Jalan Lingkar Pulau Gorong Ditargetkan Rampung 2026 dengan Anggaran Rp51 Miliar

Abdul Kelilauw: Jalan Lingkar Pulau Gorong Ditargetkan Rampung 2026 dengan Anggaran Rp51 Miliar

Ambon; gerbangmaluku.com Komisi III bersama Badan Anggaran (Banggar) DPRD Provinsi Maluku telah menetapkan alokasi anggaran sebesar Rp51 miliar untuk pembangunan Jalan Lingkar Pulau Gorong di Kabupaten Seram Bagian Timur (SBT). Anggaran tersebut merupakan hasil pembahasan RAPBD Tahun 2026 antara DPRD dan Pemerintah Provinsi Maluku.

 

Hal tersebut disampaikan Anggota DPRD Provinsi Maluku yang juga Sekretaris Komisi III, Abdul Kelilauw, S.Pd. Politisi Partai NasDem dari Dapil SBT ini menjelaskan bahwa anggaran tersebut bersumber dari skema pinjaman SMI (Sarana Multi Infrastruktur) yang telah disepakati bersama. Senin, 01/12/2025, yang bertempat di ruang rapat komisi tiga DPRD Provinsi Maluku.

 

“Setelah pembahasan anggaran tahun 2026, lewat dana pinjaman SMI Provinsi Maluku yang kemarin kita sepakati, Alhamdulillah, ada beberapa ruas jalan berstatus provinsi di Kabupaten SBT yang bisa kita dorong untuk dikerjakan,” ujar Kelilauw.

 

Ruas-ruas yang dimaksud antara lain jalan dari Werinama menuju Kota Baru serta Jalan Lingkar Pulau Gorong. Pada awalnya, proyek jalan lingkar tersebut hanya dianggarkan sebesar Rp30 miliar untuk panjang 10 kilometer. Namun, melalui pembahasan intensif di Komisi III dan Banggar, anggaran itu berhasil dinaikkan menjadi Rp51 miliar.

 

Kelilauw menambahkan bahwa pihaknya juga terus memperjuangkan sejumlah ruas jalan lain di wilayah kepulauan SBT yang saat ini berstatus jalan kabupaten, tetapi memiliki kebutuhan mendesak. Beberapa di antaranya yakni Jalan Lingkar Pulau Wakatei, Kesui, Watubela, Manuoku, serta Pulau Teor.

 

“Ada beberapa ruas jalan di kepulauan yang sangat membutuhkan perhatian. Walaupun statusnya kabupaten, kami tetap berharap dengan potensi anggaran yang ada, provinsi bisa masuk jika regulasi memungkinkan,” katanya.

 

Ia juga menegaskan bahwa jalan di Pulau Ambalau menjadi salah satu prioritas bersama DPRD dan Pemerintah Daerah. Meski statusnya adalah jalan kabupaten, kebutuhan masyarakat terhadap infrastruktur tersebut dinilai sangat mendesak.

 

Selain itu, Kelilauw turut menyoroti kebutuhan pembangunan akses jalan menuju daerah Bati, sebuah kawasan leluhur masyarakat SBT yang baru-baru ini dikunjungi Gubernur Maluku. Menurutnya, jalan menuju kawasan itu membutuhkan pembangunan sepanjang 7 kilometer.

 

“Daerah Bati merupakan wilayah yang sangat kami hormati sebagai tempat leluhur. Pak Gubernur sudah naik ke sana saat berkunjung ke SBT, dan kami sudah suarakan agar pembangunan jalan ke atas itu juga dapat terakomodir,” jelasnya.

 

Kelilauw memastikan bahwa pembangunan Jalan Lingkar Pulau Gorong akan menjadi prioritas utama pada tahun 2026. Dengan dukungan anggaran Rp51 miliar, ia optimis proyek tersebut dapat dituntaskan sesuai target.

 

“Tahun 2026 kita pastikan Jalan Lingkar Pulau Gorong harus betul-betul tuntas. Kita sudah sepakat dan final dengan anggaran kurang lebih Rp51 miliar,” tegasnya. *Jais

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *