Ambon; gerbangmaluku.com
Setelah dua tahun berhenti beroperasi sejak 2023, kapal penyeberangan KMP Bahtera Nusantara 02 akhirnya kembali menjalani uji kelayakan (sea trial) sebagai tahap akhir sebelum kembali melayani rute strategis Ambon–Banda–Tual. Sea trial tersebut dilaksanakan menyusul terbitnya surat persetujuan uji coba berlayar dari Kementerian Perhubungan melalui Ditjen Perhubungan Laut dan KSOP Kelas I Ambon, tertanggal 25 November 2025.
Pengujian dilakukan secara menyeluruh dengan melibatkan Biro Klasifikasi Indonesia (BKI), KSOP Ambon, Balai Pengelola Transportasi Darat (BPTD), serta Dinas Perhubungan Provinsi Maluku. Pemeriksaan mencakup aspek keselamatan pelayaran, kelaikan mesin, stabilitas, dan performa teknis kapal.
Kegiatan sea trial disaksikan langsung jajaran manajemen PD Panca Karya, yaitu Direktur Utama Rany Tualeka, Direktur Keuangan Maya Kailola, Direktur Operasional Syaifuddin Go, serta anggota Dewan Pengawas Joni Wattimena, Oyang Nego Petrusz, dan Ayu Hasanusi, Kamis (27/11/2025).
Direktur Utama PD Panca Karya, Rany Tualeka, menegaskan bahwa pengaktifan kembali KMP Bahtera Nusantara 02 selaras dengan agenda prioritas Gubernur Maluku Hendrik Lewerissa dalam Sapta Cita Lawamena, khususnya poin kelima terkait pembangunan konektivitas antarpulau dan pemerataan layanan dasar.
“Kita ingin mengembalikan layanan transportasi yang selama ini berhenti. Ini bagian dari komitmen mendukung agenda prioritas Bapak Gubernur terkait konektivitas,” ujar Tualeka.
Kapal ini sebelumnya terhenti akibat kerusakan turbo. Namun seluruh perbaikan kini rampung dan telah memenuhi standar teknis sesuai regulasi. Tualeka optimistis kapal dapat segera kembali beroperasi. Jika seluruh koordinasi antarlembaga berjalan lancar, pelayaran perdana dapat dimulai pekan ini atau pekan depan.
“Harapan kami, sebelum Natal 25 Desember dan Tahun Baru 1 Januari 2026, rute Ambon–Banda–Tual sudah terkoneksi kembali. Pemerintah harus hadir, dan kami memastikan moda transportasi PD Panca Karya kembali melayani masyarakat,” tegasnya.
KMP Bahtera Nusantara 02 merupakan kapal bantuan Pemerintah Pusat kepada Pemerintah Provinsi Maluku melalui APBN 2018–2019. Kapal ini diserahkan pada 5 Agustus 2020 dan mulai beroperasi pada 6 November 2020 untuk melayani rute vital Ambon–Banda–Tual (PP), yang menjadi urat nadi mobilitas masyarakat kepulauan.
Berjenis Roll-on/Roll-off (RORO), kapal berukuran 2.426 GT ini memiliki panjang 71,92 meter, lebar 14 meter, kecepatan dinas 15 knot, serta kapasitas 172 kursi ekonomi dan 90 kursi ekonomi bisnis. Tersedia pula tiga kamar VIP ber-AC dengan empat tempat tidur di masing-masing kamar. Kapal ini mampu mengangkut sekitar 50 unit kendaraan.
Kehadiran kembali kapal ini diharapkan mampu memperlancar arus penumpang dan logistik, mendukung pariwisata Ambon–Banda–Kei, menekan disparitas harga barang, serta memperkuat transportasi massal di wilayah Trans Maluku.
Pengoperasian ulang KMP Bahtera Nusantara 02 menjadi bukti nyata reformasi pelayanan publik di sektor transportasi laut—hasil sinergi inovasi manajemen PD Panca Karya dan keberpihakan Gubernur Maluku terhadap penguatan konektivitas antarpulau. Lebih dari sekadar moda transportasi, kapal ini menjadi jembatan ekonomi, akses kesehatan, pendidikan, dan harapan baru bagi masyarakat Banda, Tual, dan seluruh Maluku. *Jais






